Minggu, 01 Januari 2012

TEORI SISTEM DAN PERSPEKTIF EKOLOGI


TEORI SISTEM DAN PERSPEKTIF EKOLOGI

Teori sistem memiliki pengaruh yang penting dalam pekerjaan sosial sejak tahun 1970 dan telah menjadi hal yang  kontroversi dalam jangka waktu yang panjang. Secara konvensional teori sistem dibedakan dalam dua bagian sebagai berikut :
  1. Teori Sistem General
  2. Teori Sistem Ekologis
Ada beberapa percobaan untuk membedakan dari teori sistem sosial yang berdasarakan analisis sosiologis terhadap sistem dalam masyarakat ( De Hayos Dan Jensen, 1985 ). Mancoste (1981) menyatakan bahwa awal  terpenting dari suatu teori system dalam sosiologi bertumpu pada teori  Darwin oleh Herbert Spencer Siporin berpendapat bahwa penelitian peninjauan sosial  pada akhir abag 19, teori informasi, sekolah ekologis Cicago sosiologis pada tahun 1930-an.
Hearn (1958 – 1969 ), teori sistem dalam pekerjaan sosial pengaruh terbesar adalah terjemahan peneraapan sistem dalam praktek.
Gagasan sistem dalam pekerjaan sosial memiliki dasar dalam teori sistem umum oleh Van Bertalanfly ( 1971 ) ini merupakan teori biologis yang tujuannya adalah semua organisasi yang merupakan sebuah sistem, terdiri dari sub – sub sistem dan bagian dari super sistem. Teori ini diaplikasiakan dalam sistem sosial seperti Grup, keluarga dan masyarakat dan juga sistem biologis.
Maksud dari konsep teori sistem sebagai berikut ;
  1. sistem adalah kesatuan dengan batas fisik dan mental di mana penukaran energi melalui batas tersebut.
  2. sistem tertutup dan tidak  ada penukaran tempat yang melewati batas.
  3. sistem terbuka di mana energu menyeberangi batas dengan dapat menembus.
Cara sistem bekerja ;
Input                  :  energi yang diberikan pada sistem dengan melewati batas.
Troughput          :  bagaimana energi digunakan oleh sistem
Output                :  akibat dari lingkungan di mana energi keluar melampaui batas-batas sistem.
Foodback loaps  :  informasi dan energi keluar dari sistem karena output / keluaran mempengaruhi lingkungan dengan mengadukan hasil sebagai keluaran / output.
Etropy                : kecenderungan sistem menggunakan energi mereka sendiri untuk disimpan.

Satuan sistem dalam setiap waktu terdiri atas lima karakteristik :
  1. satuan yang kokoh
  2. keseimbangannya
  3. perbedaan
  4. bukan suatu kegiatan yang ringkas
  5. hubungan timbal balik
Sistem sosial dapat memiliki kemampuan yang sinergis, maksudnya mereka dapat menciptakan energi mereka sendiri untuk memperbaiki mereka sendiri. Pincus dan Manahan (1973 ) menawar  pendekatan dengan ide sistem aplikasi eksplisit. Prinsip ini menegaskan bagaimana orang mempertahankan system lingkungan sosial mereka dengan segera untuk memuaskan hidup mereka.
Tiga sistem pertolongan :
  1. informal atau sistem alamiah
  2. sistem formal kelompok
  3. sistem sosial, rumah sakit atau sekolah
Orang dengan masalah tidak dapat menggunakan sistem pertolongan, karena :
  1. sebuah sistem tidak dapat hadir dalam kehidupan mereka atau mempunyai
  1. sumber penting atau menjadi tepat pada masalah mereka.
  2. orang tidak boleh mengetahui tentang / berharap menggunakannya.
  3. sistem kebijakan baru dapat menciptakan masalah baru untuk digunakan.
  4. sistem dapat menimbulkan konflik satu sama lain.
Tujuan pekerja sosial dalam mengkonsentrasikan hubungan dekat masalah umum dan mereka harus memandang pekerjaan sosial sebagai konsekwensi umum dari masalah pribadi dan pengaruh individu dari permasalahan yang lebih umum :
  1. menolong orang untuk menggunakan dan meningkatkan kapasitas mereka pada pemecahan masalah.
  2. membangun hubungan baru antara orang lain dengan sistem sumber
  3. memperbaiki orang atau memodifikasi interaksi antara orang dengan system sumber.
  4. memperbaiki interaksi antar orang dengan sistem sumber
  5. menolong dan mengembangkan kebijakan perubahan sosial.
  6. memberikan pertolongan praktis.
  7. agen kegiatan dari kontrol sosial

Pincus Manahan mendefinisikan empat sistem dasar pekerjaan sosial
Sistem
Deskripsi
Informasi lebih lanjut
Agen system
Perubahan
Pekerjaan sosial dan
organisasi dalam suatu
pekerjaan

Sistem klien
Orang atau kelompok,
keluarga masyarakat
mencari pertolongan
dan dalam pekerjaan
menggunakan agen
sistem perumahan
Klien setuju dan menerima
pertolongan dengan
menggunakan dirinya sendiri,
potensi klien harus digunakan
oleh pekerja sosial
Sistem sasaran/target
Orang  pada  sistem
perubahan berusaha
mengadakan perubahan
dalam mencapai tujuan
Klien dan sistem target dan
kegiatan mungkin atau tidak
mungkin sama.
Sistem kegiatan
Orang dengan agen
sistem perubahan
bekerja untuk mencapai
tujuan
Klien, target dan kegiatan
mungkin atau tidak mungkin
sama.


Hubungan dekat antara pekerja dengan yang lainnya antara lain :
  1. kobarasi di mana di sana ada sharing dan tujuan
  2. bargaining merupakan pencarian persetujuan akan kebutuhan
  3. conflictual tujuan yang saling bertentangan

Proses pekerjaan sosial dalam melihat bagian penting ketrampilan
Phase
Kegiatan
Metode & ketrampilan
Pengungkapan
Masalah
Penetapan masalah
Masing  – masing masalah terdiri
dari tiga bagian yang semuanya
ditetapkan

Analisis dan  sistem
Mempertimbangkan  bagaimana
pengaruh

Perumusan tujuan
Situasi sosial termasuk langkah
yang diambil untuk mencapai
tujuan ; keputusan dan skala
prioritasnya di antara tujuan

Penyusunan dan strategi
Siapa yang terlibat dalam sistem
dasar ?
Poin dari sistem dan sistem
sumber .
Kebutuhan yang erat dan harapan
yang sulit dicapai

Penetapan dan upaya
perubahan
Cek timbulnya masalah klien
&upaya mencegahnya.

Pertanyaan
Verbal dalam tulisan untuk
menggunakan tes proyektif
Pengumpulan
Data
Observasi
Memperhatikan klien di rumah
dalam simulasi atau
menggunakan teknik simulasi

Mengecek data yang
layak
Tulisan format lain, verbal yang
layak bagi sistem .
Klien mendapatkan sentuhan dari
bagian sistem lain yang
menemukan seseorang yang
melakukan perlawanan terhadap
pertolongan

Kontak
Menunjukkan nilai dari agen
pekerja pada tujuan sistem klien
Kontak awal
Mengatasi  ambivalen
(dua perasaan yang
bertentangan )
Antara pekerja sosial dan sistem
klien

Mendefinisikan
permasalahan primer da
sekunder
Antara pekerja sosial dan sistem
lainnya
Kontrak
negosiasi
Mengkondisikan
hubungan erat yang baik
Tujuan penting dari masing
masing bagian
Memainkan tugas masing-masing
Menggambarkan prose
perubahan
Menerangkan tujuan dari kontrak
dan membuat syarat secara jelas
Keluar dari perselisihan
Bentuk kegiatan
Menguraikan
pertentangan
Termasuk anggota lain dari
sistem atau sistem lain
(melepaskan ketakutan mengenai
reaksi atau membuktikan
pertolongan)
Menerima dan mmeberikan
pengetahuan mengenai informasi
baru, dorongan harapan, tujuan
menggunakan kelompok bagi
pengaruh kolektif

Pemutusan besaran dan
komposisi
Misalnya hanya klien dan peker
sosial
Klien dan keluarganya
Pekerja sosial dan agennya
Klien dan pekerja agen lain

Prosedur operasional
Lamanya kontak, waktu
pertemuan, frekwensi, tempat,
peraturan tingkah laku ( misalnya
ijin dan kontrol )
Perbaikan sistem
koordinasi
kegiatan
Penghindaran sistem
entropy
Membangun hubungan dekat
yang baik
Membuat peraturan, komunukasi
kekuatan, kesetiaan, sikap dan
nilai tujuan yang konsisten
Menghindari perubahan
peraturan, prosedur operasional,
sistem kegiatan dan sistem
perubahan
Pengaruh
Kegiatan
Pengaruh beberapa
bagian dari sistem
pengaruh bagian lainnya
- multifinality
Menggunakan pengetahuan dan
pengalaman, hadiah material dan
pelayanan, hak legitimasi
membuat hubungan erat, status
kharisma dan kewibawaan
personal, informasi kontrol
Pengakhiran
Perubahan
Mengakhiri evaluasi
Menggambarkan bersama –sama
evaluasi  dari kemajuan selama
melaksanakan kegiatan
Sumber : Pincus dan Manahan (1973 )

Maksud dari tujuan pekerjaan sosial  adalah memperkuat kapasitas beradaptasi orang dan mempengaruhi lingkungan mereka untuk  bertransaksi  lebih  adaptif (Germain dan Gitterman, 1980). Tiga area dari transaksi permasalahan sering timbul antara klien dan pekerjaan sosial adalah :
  1. definisi mengenai aturan sosial
  2. struktur dan fungsi agen
  3. pandangan profesional
Tiga tahap dalam pemecahan permasalahan sosial  adalah fase awal permulaan pekerjaan yaitu mempersiapkan pemikiran dan mencari teori sebagai upaya pemahaman masalah dari kontrak emosional dengan perasaan tanggapan klien kemudian mencari persetujuan mengenai masalah dan apa yang harus didefinsikan. Konsentrasi itu dapat dibagi menjadi tiga yaitu masalah, prioritas, dan komitmen.  Struktur bekerja juga sangat penting  dalam menangani masalah sosial yakni kedewasaan pemikiran dan skala waktu.
Dalam tahapan sedang berlangsung  berkonsentrasi pada perubahan dalam satu atau tiga fokus. Peralihan kehidupan semua orang, berhubungan dengan perubahan biologis, dipengaruhi oleh harapan – harapan kebudayaan sosial.
Perubahan sering kali menjadi penyebab tekanan / ketegangan tetapi menawarkan kesempatan untuk mendorong mekanisme penyesuaian sisi halus / lembut atau belajar untuk memperoleh  kesempatan –  kesempatan itu. Juga disebabkan dari dugaan – dugaan yang berbeda dari teman – teman, keluarga organisasi dan lembaga.
Tujuan pekerja sosial dalam melaksanakan pekerjaannya adalah untuk menolong orang – orang melalui mekanisme penyesuaian yang telah dipengaruhi tiga peranan pekerja sosial sebagai berikut:
  1. memungkinkan (contoh: memperkuat motivasi klien, mengesahkan dan mendukung klien untuk mengatur perasaan )
  2. mengajar (contoh : penyelesaian masalah, menjelaskan tanggapan, menawarkan informasi )
  3. sarana (menengahkan kebiasaa klien, menegaskan tugas, mengerahkan dukungan – dukungan mengenai lingkungan )
Dalam tahap akhir, klien dan pekerja sosial memerlukan persiapan dan bekerja secara hati – hati untuk mengakhirinya dengan sukses disebabkan oleh factor waktu, tipe pelayanan, faktor hubungan. Pemisahan juga diakibatkan oleh hubungan dan kerugian yang dialami pekerja sosial dan klien. hal ini harus disiapkan dengan cara ; tahapan – tahapan penolakan, perasaan – perasaan negatif, kesedihan dan perasaan kebebasan serta membuat kemajuan oleh klien dan pekerja sosial.
Para pekerja sosial harus mengambil tanggung jawab langsung untuk menggunakan informasi dari pekerjaan sosial untuk mengangkat isu – isu social yang muncul dari kasus – kasus mereka dengan para perwakilan mereka dan secara lebih luas.

Jaringan kerja dan sistem tanggungan sosial
-          Teori – teori sistem adalah analisis dari jaringan kerja dalam sistem dukungan sosial. Hal ini berfokus dengan ; dukungan formal dan informal. Perseorangan dan bantuan sosial mencari untuk menanamkan pada klien yang mampu terlibat dengan jaringan kerja jadi menawarkan sumber penghasilan kepada yang lainnya saat sedang membantu diri mereka sendiri. Dalam hal ini peranan pekerja sosial adalah sebagai penengah antara orang – orang, lebih dari pada berkonsentrasi pada hubungan dengan klien dan beberapa orang lain.
-          Pekerjaan Coalan ( 1974 Caplan dan Kililea 1976 ) dalam bidang kesehatan mental menggunakan sistem dukungan bagi orang yang keluar dari kekerasan dan sbeuah sumber penting bagi gagasan ini dan sangat berpengaruh pada sebuah pembelajaran oleh Colins dan Pancoast (1976 )
-          Spech (1986) menunjukkan dukungan  sosial itu menggunakan jarak antara hubungan sosial dan organisasi sedang jaringan kerja ditujukan pada kumpulan orang – orang yang berhubungan.
-          Allan (1983) menyarankan bahwa sebuah pelayanan yang mendukung untuk menghidupkan jaringan kerja sosial adalah tepat, tetapi mencoba untuk menggantikan ketetapan formal dengan perlindungan informal atau mengganti pola yang ada dari perlindungan informal atau menggantikannya dari perlindungan informal kemungkinan tidak akan sukses . hal ini dikemukakan oleh Cecil et al (1987 ) dalam pembelajaran di Irlandia Utara
-          Sistem – sistem dan teori ekologis, dengan usaha – usahanya pada pengstrukturan dan istilah tekniknya, merupakan suatu gaya yang berbeda pada teori dan latihan kerja sosial tradisional yang menekankan pada paham perseorangan dan psikologi. Kedua hal itu terdapat di antara pemahaman sosial yang luas yang berdasarkan pada teori pekerjaan sosial, keuntungan-keuntungan dari pendekatan sistem adalah :
  1. tekanan yang lebih besar dalam merubah lingkungan daripada pendekatan secara psikologi.
  2. hal ini saling berpengaruh, berkonsentrasi pada akibat dari satu orang ke orang lain, lebih dari pada dalam pikiran dan perasaan internal.
  3. menandakan para pekerja sosial pada kemungkinan cara alternatif dalam menerima obyek yang sama dan mengurangi resiko yang muncul dari perbedaan kebiasaan dan organisasional yang menggunakannya teori psikologi yang berkonsentrasi pada kenormalan dan penyimpangan / cenderung untuk menciptakan ( Leighninger,1987 )
  4. gabungan dari Goldstein, 1973  dan Pncus Manahan, 1973 termasuk bekerja dengan perseorangan, kelompok dan komunitas dan tidak menekankan metode partikuler di manapun dari intervensi, serta menggambarkan beberapa hal dalam  level apapun agar semua system intervensi dapat mengerti  yang  berpengaruh dan menjelaskan secara khusus.
  5. hal ini menghindari secara garis lurus, menetapkan keterangan sebab akibat dari kebiasaan atau fenomena sosial karena adanya berbagai ketegasan dan keseimbangan untuk menunjukkan seberapa banyak energi yang mengalir dan mengakibatkan sistem – sistem dalam keanekaragaman jarak dari cara – cara yang berbeda. pola – pola dari hubungan dan bagaimana batas – batas terbagi atau bidang pemisah dengan yang lainnya merupakan gagasan yang penting.

Kesimpulan :
Teori sistem dan perspektif ekologi pada hakikatnya sama-sama difokuskan pada sistem-sistem yang membentuk lingkungan serta bagaimana sistem-sistem tersebut berinteraksi dan mempengaruhi individu di dalamnya. Namun terdapat juga perbedaan mendasar dari kedua hal tersebut yaitu :
  1. Teori sistem menyusun kategori yang  luas untuk memahami interaksi dan relasi antar berbagai system termasuk individu, keluarga, kelompok, organisasi dan komunitas. Sedangkan perspektif ekologi merupakan salah satu bagian dari teori sistem.
  2. Teori sistem menyatakan bahwa antara manusia dan lingkungan saling mempengaruhi satu sama lain, sedangkan perspektif ekologi menyatakan bahwa perilaku manusia dipengaruhi oleh lingkungan.
  3. Teori sistem menggunakan pemikiran secara terorganisir untuk menghubungkan dan melihat adanya  ketergantungan  antara fenomena-fenomena sosial yang terjadi. Sedangkan perspektif ekologi hanya melihat transaksi yang terjadi antara manusia dengan lingkungannya, dan bentuk- bentuk bantuan yang mereka lakukan bagi satu sama lain.
Tiga cakupan  penting yang termasuk dalam perspektif ekologi adalah :
  1. Pertukaran (transaction) ;  Manusia berkomunikasi dan berinteraksi dengan sesamanya dan dengan lingkungannya. Bentuk interaksi ini adalah taransaksi (pertukaran) yang dilakukan  secara aktif dan bersifat dinamis, karena hal-hal yang dikomunikasikan dan saling ditukar. Ada 2 bentuk pertukaran yaitu pertukaran positif (bila memberikan dampak yang positif antara kedua belah pihak) dan pertukaran negatif  (bila berdampak negative pada salah satu pihak saja).
  2. Penyesuaian (adaptation) ;  Adaptasi menunjuk pada kapasitas untuk menyesuaikan diri pada  kondisi-kondisi yang terjadi pada lingkungan di sekitarnya. Seseorang harus mampu menyesuaikan diri pada kondisi baru yang ditemuinya, agar dapat melakukan keberfungsisnnya secara efektif. Perlu diketahui tidak hanya manusia yang dipengaruhi oleh lingkungannya tetapi dapat juga sebaliknya. Manusia mengubah lingkungannya agar dapat beradaptasi.
  3. Mengatasi (Coping) ; Coping adalah bentuk adaptasi  yang membutuhkan perjuangan untuk mengatasi masalah. Walaupun adaptasi mencakup respon terhadap kondisi baru yang positif maupun negative, namun mengatasi menunjuk pada cara orang menghadapi pengalaman negative.. Menurut Barker (1999) ada 5 cara untuk mengatasi masalah yang  perlu dilakukan oleh individu yaitu :
1)      Mengumpulkan jenis informasi yang  dibutuhkan agar dapat berfungsi dengan baik.
2)      Memiliki keterampilan untuk memikirkan dan merencanakan masa depan.
3)      Mengendalikan emosi.
4)      Mengendalikan kebutuhan-kebutuhan yang hanya ditujukan untuk kepuasan sesaat.
5)      Mengidentifikasi alternative untuk memahami situasi problematik dan mengevaluasi keuntungan dan kerugian setiap alternatif.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar